Drama.
Siapa yang tidak tau dengan kata “drama”? kamu tau! Dia tau! Mereka tau! Kalian tau!.
Okee. Sedikit pengertian drama dari kamus besar bahasa suatu negara, “komposisi syair atau
prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah
laku (peran) atau dialog yang dipentaskan”. Masih belum mengerti kah? Mari
kalian baca pengertian selanjutnya, “cerita atau kisah, terutama yang melibatkan
konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater”.
Jika suadara sekalian belum mengerti, silahkan googling. Tak punya kuota?
Belilah!. Aku menggaris bawahi kata “teater”, karena aku yakin drama hanya ada
dalam teater, dan dunia perfilman. Tapi setelah beranjak dewasa aku tahu, drama
tidak hanya ada di teater atau dunia perfilman.
Hampir semua manusia di bumi ini penuh dengan drama. Kukira hanya aktris
atau aktorlah yang selalu memainkan drama. Ternyata Presiden, Menteri, DPR, Pak
Lurah, Pak kades, Ibu dan Bapak sekalian bahkan sampai pembaca sekalian juga
memainkan drama, tak terkecuali aku. Aku. Aku adalah orang yang selalu
memainkan drama. Aku menjadi orang yang paling menikmati suasana ketika
oranag-orang mulai berasumsi tentang diriku. Dengan sigap dan tangkas akupun
memanfaatkan situasi tersebut agar tercapai suatu tujuanku. Aku selalu berkata
pada mereka dalam hati, “Nikmati saja berhubungan dengan ku,
hingga kau tau betapa egoisnya aku. Nikmati saja egoku, hingga kau tau hebatnya
aku mencintai diriku. Nikmati saja hebatku, hingga kau tau perasaan orang-orang
yang telah ku pakai untuk tujuanku. Lalu ku nikmati asumsimu, KITA TEMAN!?”. Salah satu
temanku, pernah bertanya, “kau, apakah kau tak takut dengan KARMA? Aku hanya berdoa untukmu semoga
kau tak dihancurkan KARMA karena
sering memainkan DRAMA”. Lalu,
sambil menunduk aku merenung tentang perbuatanku dan menjawab, “KARMA yang kau percayai itu hanyalah
untuk orang-orang BODOH, tentu saja
aku tak pernah takut dihancurkan KARMA hanya
karena sering bermain DRAMA. Kau tau
kata-kata DUNIA PANGGUNG SANDIWARA?”.
Aku baru saja mendapat gelar sarjanaku dari sebuah universitas yang ternama di sebuah kota. Aku menulis ini bukan karena ingin melihatkan kesombonganku atas gelar yang aku dapat. Tapi baca saja tulisan ini baik-baik, cermati setiap kata yang aku tulis dengan seksama. Jujur saja, gelar sarjana ini ku dapatkan sambil membaca komik dan menonton anime, tak pakai nangis darahlah, apalagi begadang tiap malam bikin skripsi yaaaa tak mungkinlah. Jadi jangan lebay deh kalau berjuang. Untuk yang belum menamatkan studinya, “maaf tak ada kata-kata semangat untuk kalian” , semangati diri sendiri dulu. Jangan terlalu banyak tanya solusi sama orang, cari solusi sendiri saja dulu. Toh! di toko buku banyak referensi. Kenapa tak kita isi waktu kita sekitar setengah jam lah untuk menyelesaikan tugas-tugas kita. Setengah jam! asalkan fokus. Tinggalkan gadget, tinggalkan media sosial untuk 30 menit, kalau bisa tinggalkan interaksi sosial. Karena selama yang saya tahu kita hanya perlu memikirkan dir...
Komentar
Posting Komentar