Malam,
ketika kita menanti pagi dengan mimpi.
Lalu
bertemu pagi, sambil mengeluh atas kegiatan sehari-hari.
Hingga
malam datang tanpa mengucapkan selamat terbenam matahari.
Jika
hujan, kami harus berlari agar bisa bermimpi lagi.
Maksud
berselimut tipis dengan dengkuran yang sunyi.
Dingin,
malam ini tak terlalu dingin sampai kami menghidupi peluh kami hanya demi
sekelumit hati.
Di
dunia, tak pernah kami temui pelabuhan aktivitas kami.
Hingga
di muara-muara tanpa pantai, yang begitu sepi.
Di
duniapun,tak pernah juga kami temui bandara untuk mendaratkan dosa kami.
Hingga
di atas awan yang telah dilapisi polusi.
Di
dunia ini pun juga, tak pernah kami temui terminal untuk aib kami.
Hingga
hutan-hutan yang kami telusuri dalam satu hari.
Dan
kami tak tau lagi kemana aktivitas dosa, dan aib harus kami sembunyikan.
Selain
pada Mu, Tuhan.
Komentar
Posting Komentar